KULONPROGO YOGYAKARTA

Istimewa

Kulon Progo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa YogyakartaIndonesia. Ibukotanya adalah Wates. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul di timur, Samudra Hindia di selatan, Kabupaten Purworejo di barat, serta Kabupaten Magelang di utara. Nama Kulon Progo berarti sebelah barat Sungai Progo (kata kulon dalam Bahasa Jawa artinya barat). Kali Progo membatasi kabupaten ini di sebelah timur.

Kabupaten Kulon Progo terdiri atas 12 kecamatan, yang dibagi lagi atas 88 desa dan kelurahan, serta 930 Pedukuhan (sebelum otonomi daerah dinamakan Dusun). Pusat pemerintahan di Kecamatan Wates, yang berada sekitar 25 km sebelah barat daya dari pusat Ibukota Provinsi DIY, di jalur utama lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya – Yogyakarta – Bandung. Wates juga dilintasi jalur kereta apilintas selatan Jawa. Kulon Progo menggunakan kodepos 55611 (lama) dan 55600/55651 (baru).

Bagian barat laut wilayah kabupaten ini berupa pegunungan (Bukit Menoreh), dengan puncaknya puncak Suroloyo (1019 m), di perbatasan dengan Kabupaten Magelang. Sedangkan di bagian selatan merupakan dataran rendah yang landai hingga ke pantai. Pantai yang ada di Kabupaten Kulonprogo adalah Pantai CongotPantai Glagah (10 km arah barat daya kota Wates atau 35 km dari pusat Kota Yogyakarta) dan Pantai Trisik.

Pada tahun 1674, Keraton Mataram, Yogyakarta diserang oleh Trunojoyo yang mendapat bantuan dari Makasar mengakibatkan kerusakan pada Keraton dan terdesaknya Amangkurat I melarikan diri untuk meminta bantuan kepada Belanda, hingga meninggal di Tegal dalam pelariannya. Untuk mengantisipasi serangan dari pengikut Trunojoyo, pada tahun 1677 keraton Mataram di pimpin oleh Amangkurat II yang merupakan putera mahkota dari Amangkurat I meminta bupati Ponorogo untuk mendapatkan penjagaan keraton oleh bala Warok yang terkenal pandai dalam perang dan meminta bantuan kepada kolonial Belanda untuk menangkap Trunojoyo.

Setelah dijaganya keraton Mataram oleh para Warok dari Ponorogo, Tronojoyo kesulitan menembus keraton dan ditangkap serta dijatuhi hukuman mati pada tahun 1679. Para Warok yang berhasil menjaga Keraton mendapat hadiah tempat tinggal di sebalah barat keraton untuk memudahkan penjagaan keraton ketika terjadi penyerangan terhadap keraton. Keraton tersebut diberi nama Kulon Ponorogo hingga di kenal saat ini menjadi Kulon Progo yang berarti Keraton Mataram sebelah Barat Ponorogo.

Daerah yang saat ini termasuk wilayah Kabupaten Kulon Progo hingga berakhirnya pemerintahan kolonial Hindia Belanda merupakan wilayah dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kulon Progo yang merupakan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kabupaten Adikarto yang merupakan wilayah Kadipaten Pakualaman. Kedua kabupaten ini digabung administrasinya menjadi Kabupaten Kulon Progo pada tanggal 15 Oktober 1951.

Sebelum Perang Diponegoro di daerah Negaragung, termasuk di dalamnya wilayah Kulon Progo, belum ada pejabat pemerintahan yang menjabat di daerah sebagai penguasa. Pada waktu itu roda pemerintahan dijalankan oleh pepatih dalem yang berkedudukan di Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah Perang Diponegoro 1825-1830 di wilayah Kulon Progo sekarang yang masuk wilayah Kasultanan terbentuk empat kabupaten yaitu:

  • Kabupaten Pengasih, tahun 1831
  • Kabupaten Sentolo, tahun 1831
  • Kabupaten Nanggulan, tahun 1851
  • Kabupaten Kalibawang, tahun 1855

Masing-masing kabupaten tersebut dipimpin oleh seorang tumenggung. Menurut buku Prodjo Kejawen pada tahun 1912, Kabupaten Pengasih, Sentolo, Nanggulan dan Kalibawang digabung menjadi satu dan diberi nama Kabupaten Kulon Progo, dengan ibukota di Pengasih. Bupati pertama dijabat oleh Raden Tumenggung Poerbowinoto.

Dalam perjalanannya, sejak 16 Februari 1927 Kabupaten Kulon Progo dibagi atas dua kawedanandengan delapan kapanewon, sedangkan ibukotanya dipindahkan ke Sentolo. Dua kawedanan tersebut adalah Kawedanan Pengasih yang meliputi Kapanewon Lendah, Sentolo, Pengasih dan Kokap/Sermo. Kawedanan Nanggulan meliputi Kapanewon Watumurah/Girimulyo, Kalibawang dan Samigaluh.

Sumber : wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kulon_Progo

Makanan

  • GEBLEK

Geblek merupakan makanan khas dari Kulon Progo yang paling khas. Makanan ini menjadi semacam identitas yang menjadi pembeda antara Kulon Progo dan daerah lain. Geblek berasal dari ketela pohon. Dengan proses tertentu, geblek menjadi semacam makanan yang unik karena dipadu berbentuk lingkaran kecil dan dirantai menjadi tiga hingga empat buah. Kini Geblek disaji dengan menu tempe benguk dan tempe kara.

geblek kulonprogo tugu wisata

instagram: @geblek_kulonprogo

  • CETHOT

Jajanan tradisional ini sebenarnya bukan khas begitu khas Kulon Progo namun lebih jajanan pasar tradisional yang bisa di jumpai di Jawa maupun di Kulon Progo. Cethot biasanya dijumpai bebarengan dengan makanna khas lain seperti Growol.

  • CENIL

Cenil merupakan jajanan tradisional beriikutnya yang jug dapat dijumpai di pasar tradisional. Jajanan ini berwarna bulat dan kecil dengan bentuknya warna warni dan kenyal saat dikunyah.

  • GROWOL

Adalah Growol, merupakan makanan khas dengan adonannya dari singkong namun tidak begitu terkenal seperti makanan khas lainnya. Aroma khas Growol ini cukup menyengat berbau ketela busuk sehingga bagi yang belum mencicipinya akan merasa jijik sebelum mencoba. Namun jangan salah, Growol ini makanan lezat yang jika dicampur dengan parutan kelapa akan Nampak gurih. Makanan khas ini tidak hanya dijumpai di Kulon Progo saja namun juga di pasar tradisonal lain di pedesaan khususnya.

  • BENGUK SANTEN MAKANAN KHAS KULON PROGO

Tempe Bengok adalah makanan khas yang biasanya berukuran besar, namun di Kulon Progo ini makanan dengan nama Benguk Santen berukuran kecil dengan paduannya santen kental. Makanan tradisional ini menjadi favorit lho di Kulon Progo. Para pennjualnya biasanya perempuan lansia di pinggir jalan bersama dengan Geblek dan tempee Kara saat menjelang maghrib.

tempe benguk makanan khas kulon progo tugu wisata

Instagram: @jogjaku

  • ENTING-ENTING JAHE

Adalah enting-enting Jahe yang telah tersohor di kawasan Kulon Progo. Kudapan yang bercampur dengan gula, kelapa, kacang, wijen, dan juga panili ini menjadi oleh-oleh khas Kulon Progo yang membuat perpaduan pedasnya jaeh juga manis dengan gurih rsa wijen.

  • PEYEK UNDUR-UNDUR

Ada lagi makanan khas Kulon Progo yang menjadi ciri khas termasuak ke dalam makanan ringan. namanya Peyek Undur-Undur. Biasanya Peyek Undur-Undur ini ditemukan di jajaran pantai Glagah. Rasa peyeknya gurih dan renyah. Bahan utamanya tentu undur-undur pantai yang digoreng dengan tepung beras dengan campuran tepung Kanji. Untuk bumbunya biasanya dicampur dengan kuah santan, bawang putih, ketumbar, garam, kencur, dan juga daun jeruk. Kriuk deh ini peyek!

  • GULA SEMUT

Gula Semut adalah gula yang menjadi pembeda dari Gula Pasir dan Gula Merah pada umumnya. Gua Semut ini memiliki hamparan seperti semut. Warnanya merah sama seperti Gula Jawa dan sama-sama terbuat dari Nira Pohon Kelapa. Hanya saja ukurannya berebntuk butiran kecil sepperti semut.

Salah satu kawasan pembuat Gula Semut ini ada di Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Gula ini secara tradisional masih layak dijadikan sebagai oleh-oleh Kulon Progo. Terlebih untuk mendapatkannya bisa langsung di dapat dari desa-desa tempat produksi.

sumber : https://www.tuguwisata.com/makanan-khas-kulon-progo/

Wisata Di Kulonprogo

20 TEMPAT WISATA DI KULON PROGO YANG KEINDAHANNYA AKAN MEMBUATMU TERPANA

HANIF K. WARDHANISEPTEMBER 10, 20180  0

Setelah Bantul dan Gunung Kidul, Kulon Progo juga tidak mau ketinggalan menyajikan tempat wisata yang asyik untuk dikunjungi selama di Yogyakarta. Akhir-akhir ini, tempat wisata Kulon Progo sering menjadi bahan pembicaraan di sosial media. Bukan hanya karena keindahannya yang memukau tapi juga karena keasrian tempatnya yang masih terjaga.

Kalau sudah mulai bosan dengan tempat wisata yang itu-itu saja di Jogja, Kulon Progo adalah tempat yang pas untuk kamu kunjungi. Berikut ini daftar tempat wisata Kulon Progo yang tidak boleh kamu lewatkan.

1. Air Terjun Kedung Pedut

Image credit: @tripocalinaa

Kedung dalam bahasa jawa artinya kolam sedangkan pedut artinya kabut. Air terjun ini memang memiliki sebuah kolam alami yang memiliki campuran warna biru dan putih sehingga tampak seperti kabut. Wow, menarik sekali bukan?

Image credit: @anjueka_ss

Tempat wisata ini merupakan salah satu tempat wisata favorit di Kulon Progo. Kamu bisa seru-seruan main air dan berendam di kolam sepuasnya. Area sekitar air terjun merupakan hutan hujan tropis yang tampak sangat menyejukkan sekali.

2. Kalibiru Dan Pule Payung

Image credit: @agriaryoko

Kalau tempat wisata yang satu ini sudah sangat kamu kenal bukan? Kalibiru merupakan destinasi wisata di kulon progo yang terkenal berkat foto-foto yang bertebaran di sosial media.

Image credit: @rinaselviawati

Dengan pemandangan Waduk Sermo dan pegunungan, Kalibiru memiliki pemandangan yang spektakuler. Tidak hanya bisa berfoto sambil menikmati pemandangan, kamu juga bisa melakukan beragam aktivitas unik seperti sepeda udara, melewati jembatan monyet hingga flying fox. Berani mencobanya?

Image credit: @imroosh

Kepopuleran Kalibiru tidak heran banyak membuat para wisatawan kecewa karena antrian berfoto yang semakin panjang, apalagi jika di akhir pekan. Nah, sekitar satu kilometer dari Kalibiru terdapat alternatif spot foto gardu pandang bernama Pule Payung. Keindahannya tidak kalah dengan yang ada di Kalibiru.

3. Goa Kebon Krembangan

Image credit: @sittabella_reall

Bukan hanya Gunung Kidul yang punya destinasi wisata goa. Kulon Progo juga punya goa yang tidak kalah kerennya lho. Namanya Goa Kebon Krembangan.

Image credit: @agriaryoko

Goa ini terbilang unik karena memiliki pancaran air yang tidak pernah kering di bagian mulut goa. Sehingga banyak juga yang menyebutnya sebagai Air Terjun Goa Kebon. Jika musim hujan, jalanan agak sedikit licin, jadi sebaiknya tetap berhati- hati ya.

4. Kebun Teh Nglinggo

Image credit: @wisatakulonprogoid

bukan hanya Malang dan Bogor, Kulon Progo ternyata punya kebun teh juga lho. Kebun teh ini berada di puncak perbukitan menoreh Kulon Progo. Suasananya sangat sejuk, cocok untuk kamu yang sedang ingin berlibur menikmati suasana alam dan pemandangan hijau.

5. Kebun Bunga Matahari Pantai Glagah

Image credit: @nafi.avi

Kebun bunga matahari tampaknya sedang jadi primadona wisata banyak kalangan. Tidak heran bila di Pantai Glagah juga terdapat sebuah tempat wisata berupa kebun bunga matahari. Di sini, kamu bisa puas berfoto dengan latar belakang bunga matahari yang mengesankan.

6. Goa Kiskendo

Image credit: @upiecupi

satu lagi tempat wisata goa di Kulon Progo yang harus kamu kunjungi, yaitu Goa Kiskendo. Goa ini memiliki pemandangan stalagmit dan stalaktit yang sangat mempesona. Tidak perlu khawatir soal keamanan dan kenyamanan ketika masuk ke dalam goa, karena goa ini telah dilengkapi dengan sarana pejalan kaki di dalamnya. Seru sekali, bukan?

7. Waduk Sermo Dan Taman Bambu Air

Image credit: @ryo_rebi

Waduk Sermo pada mulanya merupakan danau buatan yang digunakan sebagai cadangan air untuk pengairan sawah. Namun karena areanya yang luas dan hijau maka Waduk Sermo pun dibuka untuk umum dan dijadikan tempat wisata.

Image credit: @dhani_saputraa

Di sini tersedia aneka aktivitas menyenangkan mulai memancing, trekking dan bersepeda di area sekitar waduk,  atau sekedar berfoto di Taman Bambu Air Waduk Sermo yang kekinian.

8. Wisata Hutan Mangrove Jembatan Api-api

Image credit: @quiverz

Wilayah Kulon Progo bagian selatan banyak memiliki pantai dengan vegetasi mangrove yang berfungsi sebagai pemecah gelombang alami. Tidak hanya itu, rimbunnya vegetasi mangrove ini sukses menjadi tujuan wisata baru di Kulon Progo. Oleh karena itu, pemerintah setempat menyediakan fasilitas lengkap untuk para wisatawan termasuk tempat makam hingga jembatan api-api yang jadi spot menarik untuk berfoto ria.

9. Hutan Pinus Girimulyo

Image credit: @asmasyarief

Berfoto di hutan pinus memang memiliki kesan istimewa tersendiri. Namun tidak jarang jika banyaknya wisatawan yang datang ke hutan pinus membuatmu sulit mengambil foto yang bagus.

Image credit: @arifsejati_

Nah, di Kulon Progo terdapat sebuah hutan pinus yang masih belum banyak diketahui wisatawan. Karena itulah kamu bisa menikmati suasana hutan pinus yang asri dan khas serta berfoto tanpa khawatir ada photobomb.

10. Pantai Glagah Indah

Image credit: @ronnysianturi__

Tidak jauh dari lokasi kebun bunga matahari Pantai Glagah, kamu juga bisa menemui area pantai yang tidak kalah menariknya. Di area pantai inilah terdapat pemecah gelombang yang berbentuk seperti kaki segitiga. bentuknya yang unik menjadikan Pantai Glagah tempat yang asyik sebagai tempat berfoto.

11. Pantai Trisik

Image credit: @caecilialeov

Berbeda dengan Pantai di Gunung Kidul, Pantai Trisik memiliki pasir pantai hitam legam yang mengkilap. Meskipun begitu, pantai ini sangat menarik untuk dikunjungi karena terdapat tempat konservasi penyu.

Image credit: @werdyak

Selain itu, kamu juga bisa berfoto di area sekitar pantai yang memiliki banyak rimbunan pohon cemara. Dijamin sangat instagramworthy!

12. Ayunan Langit Watu Jaran

Image credit: @xiaolingchan

Kalau di Bali ada ayunan Hangings of Garden, maka di Kulon Progo ada Ayunan Langit Watu Jaran yang siap memacu adrenalin. Sesuai namanya, di sini kamu akan berayun di atas ketinggian. Jangan khawatir akan jatuh, karena kamu akan dilengkapi dengan berbagai alat pengaman serta tim SAR yang selalu siap siaga. Jangan lupa siapkan kameramu untuk mengabadikan momen dan pose berayun yang tidak akan terlupakan.

13. Air Terjun Sidoharjo

Image credit: @cuyskmc

Siapa sangka jika Kulon Progo punya air terjun setinggi 75 meter? Air terjun ini memang masih belum banyak diketahui wisatawan sehingga seringkali disebut sebagai air terjun perawan. Medan menuju lokasi juga cukup menantang lho. Tapi tentu saja pemandangan yang ditawarkan sangat luar biasa dan sebanding dengan pengorbananmu untuk menuju ke sini. Pokoknya kalau sedang liburan ke Jogja jangan sampai melewatkan Air Terjun Sidoharjo ini ya.

14. Ekowisata Taman Sungai Mudal

Image credit: @geghania

Berenang di sungai kini menjadi aktivitas yang langka ditemui. Jika kamu merindukan masa-masa berenang di sungai dengan air yang jernih, datanglah ke Ekowisata Taman Sungai Mudal. Bersumber dari mata air Mudal, kamu akan dimanjakan dengan air jernih dengan semburat warna toska yang mempesona.

Image credit: @pucillll

Kamu bisa melakukan berbagai aktivitas bermain air mulai dari berenang sampai mengapung menyusuri aliran sungainya. Sekitar 95 meter dari kolam berenang, kamu akan menemui Air Terjun Mudal yang menyegarkan. Dijamin seru dan menyenangkan deh!

15. Bendung Kayangan

Image credit: @totohandoko

Nama Kayangan atau Kahyangan memiliki arti sebagai sesuatu yang indah dan menakjubkan. Hal inilah yang akan kamu temukan di Bendung Kayangan. Bendung Kayangan terdiri dari area sungai dan tebing yang dinamakan Tebing Kayangan.

Image credit: @rwonsix

Warga sekitar percaya bahwa tebing tersebut menyimpan pasokan air yang menghidupi sawah dan perkebunan warga. Dengan latar belakang Tebing Kayangan yang tinggi dan sungai yang dangkal, tempat wisata ini bisa jadi spot berburu foto yang anti-mainstream lho!

16. Puncak Suroloyo

Image credit: @larissadening

Topografi Kulon Progo yang didominasi oleh perbukitan tidak lepas dari hubungannya dengan jalur perbukitan menoreh yang membentang sepanjang Jawa Tengah hingga Yogyakarta. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak destinasi wisata berupa gardu pandang sepanjang jalur perbukitan menoreh di Kulon Progo.

Salah satunya yang terkenal adalah Puncak Suroloyo. Untuk menuju puncak, kamu harus siap menaiki sekitar 200 anak tangga ya. Meski begitu, pemandangan di puncak seolah membayar semua rasa lelah menuju ke sini.

17. Puncak Widosari

Image credit: @gendissmaniss23

Puncak Widosari ini tampak berbeda dengan puncak lainnya di Kulon Progo. Apalagi kalau bukan karena terdapat sebuah batuan tinggi yang jadi daya tarik utamanya. Untuk menuju ke puncak kini telah dibangun jalan paving untuk para pejalan kaki. Dijamin aman kok! Di atas puncak kamu bisa dengan leluasa melihat hamparan pemandangan Gunung Merapi Merbabu, serta laut selatan. Hawanya yang sejuk menjadi nilai tambah yang akan membuatmu betah berlama-lama di sini.

18. Curug Setawing

Image credit: @muharrom.sy11

Dengan dominasi perbukitan menoreh, tidak heran bila banyak ditemui air terjun menarik di Kulon Progo. Salah satunya adalah Curug Setawing. Air terjun dengan ketinggian 45 meter ini memiliki aliran air yang semakin melebar di bagian bawahnya. Kucuran air pada musim hujan menimbulkan aliran air yang deras sehingga curug ini tampak semakin indah dan menawan.

19. Rafting Kalibawang

Image credit: @arusprogo

Untuk kamu yang suka olahraga ekstrim yang memacu adrenalin, tidak ada salahnya untuk mencoba rafting di Sungai Progo Bawah. Lokasi rafting secara keseluruhan berada di area Kalibawang. Dengan arus deras dan penampang sungai yang lebar, rafting di sini dijamin akan seru deh! Sungai Progo Bawah juga merupakan sungai dengan level tertinggi se-Jawa Bali lho. Tidak akan menyesal deh rafting di sini.

20. Kebun Bunga Krisan Gerbosari

Image credit: @desimlysr

Bunga memang tidak pernah gagal untuk menghibur hati. Nah, di Kulon Progo ada sebuah perkebunan bunga krisan yang sedang hits lho. Namanya kebun Bunga Krisan Gerbosari. Kebun bunga ini berada di dalam sebuah rumah kaca. Warna -warni bunga yang cantik dan bervariasi menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan untuk datang kemari

sumber : https://www.tripzilla.id/tempat-wisata-di-kulon-progo/13439

Kulonprogo Yogyakarta

Kulonprogo[a] atau Kulon Progo (bahasa Jawa: ꦏꦸꦭꦺꦴꦤ꧀ꦥꦿꦒ, translit. Kulonpraga) adalah sebuah kabupaten di ProvinsiDaerah Istimewa YogyakartaIndonesia. Ibu kotanya adalah Wates. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul di timur, Samudra Hindia di selatan, Kabupaten Purworejo di barat, serta Kabupaten Magelang di utara. Nama Kulon Progo berarti sebelah barat Sungai Progo (kata kulon dalam Bahasa Jawa artinya barat). Kali Progo membatasi kabupaten ini di sebelah timur.

Kabupaten Kulon Progo terdiri atas 12 kecamatan, yang dibagi lagi atas 88 desa dan kelurahan, serta 930 Pedukuhan (sebelum otonomi daerah dinamakan Dusun). Pusat pemerintahan di Kecamatan Wates, yang berada sekitar 25 km sebelah barat daya dari pusat Ibu kota Provinsi DIY, di jalur utama lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya – Yogyakarta – Bandung. Wates juga dilintasi jalur kereta api lintas selatan Jawa. Kulon Progo menggunakan kodepos 55611 (lama) dan 55600/55651 (baru).

Bagian barat laut wilayah kabupaten ini berupa pegunungan (Bukit Menoreh), dengan puncaknya puncak Suroloyo (1019 m), di perbatasan dengan Kabupaten Magelang. Sedangkan di bagian selatan merupakan dataran rendah yang landai hingga ke pantai. Pantai yang ada di Kabupaten Kulonprogo adalah Pantai CongotPantai Glagah (10 km arah barat daya kota Wates atau 35 km dari pusat Kota Yogyakarta) dan Pantai Trisik.